Rabu, 01 Desember 2010

SARANG SEMUT (Myrmecodia pendans)

Sarang Semut dan Pasak Bumi (Tongkat Ali) merupakan obat herbal asli Indonesia

Khasiatnya luar biasa. Kanker dan lebih dari selusin penyakit maut lainnya bisa disembuhkannya. Ia adalah tumbuhan epifit yang menempel di cabang pepohonan jauh di pedalaman hutan tropis. Dikenal sebagai sarang semut.

Sarang semut (myrmecodia) kini mulai meluas dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Banyak ditemukan di belantara Papua, tumbuh menempel di cabang-cabang pepohonan. Hasil temuan terakhir, sedikitnya ada 10 spesies sarang semut yang tumbuh di pedalaman belantara Papua. Diantaranya: Myrmecodia pendans, Myrmecodia joniensis, Myrmecodia erinacea, Myrmecodia alata, Myrmecodia tuberosa, hydnophytum.

Walau banyak ditemukan di Papua, sarang semut bukan tanaman endemik daerah itu. Di pulau-pulau lain di Nusantara spesies sarang semut bisa ditemukan seperti di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Ambon.

Ukuran sarang semut juga beragam, tergantung pada varian spesiesnya. Biasanya bagian umbi sarang semut mengalami proses menggelembung sejalan dengan pertambahan usia tanaman. Daunnya juga beragam, ada yang membulat lonjong, ada yang memanjang. Namun rata-rata umbinya melonjong dengan tebaran duri bersusun pada pola tertentu di bagian luarnya.

Umbi sarang semut ini istimewa. Di antara lapisan “pagar” durinya biasanya ditemukan juga semacam cendawan. Lapisan dalam umbi ini memiliki banyak rongga dalam struktur acak. Rongga-rongga ini dimanfaatkan semut sebagai sarangnya. Mungkin dari sini lah asal nama sarang semut didapat.

Berdasarkan banyak studi ilmiah yang dilakukan terhadap spesies sarang semut, jenis yang paling popular adalah myrmecodia dan hydnophytum. Walau utamanya dihuni para semut, beberapa serangga termasuk amfibi dan reptil juga pernah dilaporkan hidup di dalam sarang semut. Seperti peran cendawan, hubungan sarang semut dengan mahluk selain semut belum terkuak dan masih diteliti.

Namun hubungannya dengan semut sudah diketahui. Inilah salah satu fokus penelitian ekologi dan zoologi yang berkaitan dengan epifit jenis ini. Sebab tumbuhan sarang semut menghasilkan semacam nektar yang mengandung glukosa. Ini menjadi pakan utama semut-semut yang berkoloni di dalam bagian rongga umbinya.

Lalu sarang semut juga sangat toleran bagi kehidupan semut-semut. Karena kemampuannya menyesuaikan dan menjaga kehangatan yang stabil di dalam rongga-rongganya. Misalnya jika udara terlalu dingin, sarang semut akan menaikkan suhu umbinya agar tetap pada kondisi normal.

Sementara manfaat balik dari semut terhadap sarang semut tentunya semcam “jaminan” perlindungan terhadap serangan herbivora dan predator lainnya.

Manfaat Kesehatan
Sejak dulu tanaman ini sudah dimanfaatkan oleh beberapa suku di pedalaman Papua sebagai obat. Biasanya diolah untuk mengatasi gangguan rematik dan asam urat.

Dari berbagai literatur, penelitian manfaat medis Sarang Semut memang sangat berkhasiat. Bisa dimanfaatkan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit secara alami dan aman tanpa menimbulkan efek samping.

Beberapa penyakit yang bisa disembuhkan adalah berbagai jenis kanker/tumor seperti: kanker otak, kanker payudara, kanker hidung, kanker lever, kanker paru, kanker usus, kanker rahim, kanker kulit, kanker prostat dan kanker darah (leukimia). Namun sarang semut belum terbukti mampu menyembuhkan kanker tenggorakan dan kanker rongga mulut.

Selain itu sarang semut juga efektif membantu penyembuhan berbagai macam penyakit gangguan jantung, ambien (wasir), rematik, stroke, maag, gangguan fungsi ginjal dan prostat, pegal linu, melancarkan ASI, melancarkan peredaran darah, bahkan memulihkan gairah seksual

Juga bermanfaat untuk penderita migren, mengingkatkan imunitas tubuh, dan mengobati penyakit Lever.

Pemanfaatan sebagai obat bisa dilakukan secara tradisonal maupun dalam bentuk ekstraksi dan obat olahan.

Manfaat pengobatan itu didapat dari kandungan senyawa yang terdapat dalam sarang semut. Seperti senyawa aktif antioksidan, flavonoida, glikosida, polifebol. Sarang semut juga terbukti mampu menghambat enzim xantin oksidan yang bisa memicu asam urat dan radikal bebas. (berbagai sumber)

Selasa, 12 Agustus 2008

TONGKAT ALI ( PASAK BUMI ) Eurycoma longifolia

Pasak Bumi berdaun majemuk dan menyirip panjangnya antara 60-70cm. Masing – masing daun terdiri atas 11-35 anak daun yang berkumpul di ujung cabang membentuk tajuk seperti payung. Pertumbuhan pasak bumi tergolong lambat, dalam 9 tahun tingginya tak lebih dari 2 jengkal orang dewasa.
Pasak bumi hidup berkelompok, disebabkan buah yang jatuh di sekitar pohon induk. Pasak bumi sebenarnya merupakan tanaman adaptif, ia dapat ditemukan di dataran rendah maupun dtaaran tinggi. Pada daerah sekitar pantai maupun di ketinggian 1200 m dpl. Pasak Bumi juga mampu bertahan di tanah miskin unsur hara karena kemampuan akarnya yang mampu menghujam tanah hingga kedalaman 2 m sehingga jangkauan terhadap unsur hara lebih optimal.
Bentuk akar pasak bumi sangat unik, berupa dominasi akar tunggang yang menghujam dalam ke perut bumi. Dengan bentuk akar seperti ini, proses pencabutan pasak bumi bisa mencapai berjam-jam tanpa bantuan alat seperti misalnya alat pengungkit. Keunikan bentuk akar pasak bumi bisa dijelaskan dari dua pendekatan, pendekatan ekologis dan pendekatan fisiologis.
Secara ekologis pasak bumi termasuk pohon kecil yang membutuhkan naungan tapi harus cukup cahaya. Lantaran itu pasak bumi sering hidup berdampingan dengan pohon bengkirai yang merupakan pohon terbesar di hutan Kalimantan, dengan tinggi mencapai 50 m dan diameter sepelukan orang dewasa dan lebar tajuk 20 m. Padahal di bawah bengkirai kerap ditemukan semak setinggi 1 m dan belukar setinggi 3 m, karenanya pasak bumi tumbuh menjulang 3-20 m untuk mendapatkan sinar dan akarnya menghhujam dalam ke perut bumi agar dapat menyerap cukup unsur hara karena meskipun kandungan hara paling kaya terdapat di lapisan atas tanah, tapi akar pohon besar, semak, dan belukar berkumpul pada lapisan atas tanah
Sedangkan secara fisiologis, akar pasak bumi berupa akar tunggang dan sedikit memunculkan cabang akar dikarenakan sitokinin yang berguna untuk memunculkan percabangan pada bagian atas tanaman, yang mengalir dari ujung akar ke bagian atas tumbuhan sangat deras sehingga menutupi tunas akar untuk tumbuh. Pertumbuhan bagian atas pasak bumi pun cenderung sama seperti pada akarnya, yaitu dominasi apical. Hal ini dikarenakan aliran auksin yang diproduksi dari bagian atas tanaman untuk memunculkan percabangan akar, terlalu deras sehingga tunas cabang dan ranting sulit tumbuh.

Khasiat

Sejak beberapa tahun silam pasak bumi dikenal sebagai afrodisiak. Bahkan menurut Ir Nurliani Bermawie, Ph.D, peneliti di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Aromatik ( Balittro ), Cimanggu, Bogor, sejak zaman dulu masyarakat suku Banjar di Kalimantan Selatan menggunakan pasak bumi sebagai obat kuat. Menurut Nurliani, khasiat pasak bumi yang paling dipercaya adalah pasak bumi dari pedalaman Kalimantan Barat khasiat itu telah dibuktikan oleh Prof Madya Dr Johari Mohd. Saad, Ph.D yang melakukan penelitian pada beberapa tikus jantan dan betina. Menurut penelitian tersebut, tikus jantan yang diberi ektrak pasak bumi menunjukan perilaku lebih agresif terhadap tikus betina. Hal itu diperkuat penelitian Dr H. H Ang dari School of Pharmaceutical Sciences, University Science Malaysia.
Ekstrak ethanolic yang terkandung dalam pasak bumi dapat menambah jumlah hormon testosteron pria. Ethanolic merangsang bekerjanya chorionic gonadotropin (hCG) yang bisa membantu terbentuknya testosteron.
Akar pasak bumi selain sebagai afrodisiak juga manjur untuk malaria. Penyakit yang menghancurkan sel-sel darah merah ini disebabkan plasmodium yang hidup dalam nyamuk anopeles betina. Kandungan senyawa kuasinoid pada akar pasak bumi dapat melumpuhkan plasmodium falcifarum. Selain kuasinoid akar pasak bumi juga mengandung senyawa erikomanon yang ampuh mengobati malaria.

Selain sebagai afrodisiak dan antimalaria, pasak bumi mencegah serangan kanker. Senyawa kuasinoid dan alkaloid yang terkandung dalam pasak bumi terbukti menghambat pertumbuhan sel kanker berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Abdul Razak Mohd Ali dari Forest Research Institute of Malaysia. Sebanyak 8 alkaloid ditemukan dalam akar pasak bumi, salah satunya 9-methoxycanthin 6 yang berfungsi sebagai antikanker payudara.
Penelitian yang dilakukan oleh Department pf Pharmacognocy, Tokyo College of Pharmacy & The Faculty of Medicine, Tokyo University, Jepang. Menemuka senyawa antileukimia dari pasak bumi. Selain afrodisiak, antikanker, antimalaria, dan antileukimia, pasak bumi juga bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh bagi para penderita HIV.

Pasak Bumi, Bukan Sekedar Janji

Oleh: Djoko Hargono, Pemerhati obat alam, di Jakarta
Meski mirip-mirip gelar pangeran atau raja Jawa, ia bukan keturunan darah biru. Tapi nama jenis tanaman yang disanjung-sanjung sebagian kaum Adam lantaran janji-janjinya yang bisa membangkitkan kejantanan. Betulkah?
Namanya terdengar bombastis. Padahal, sosoknya bukanlah tanaman raksasa nan kuat hingga mampu menembus perut Bumi. Nama yang terkesan melambangkan "kedigdayaan" itu rupanya berkaitan dengan daya linuwih (kemampuan lebih) yang dipunyainya, seperti diyakini banyak orang selama ini. Ia mampu membuat pria kokoh dalam urusan ranjang, tak ubahnya sepotong pasak raksasa yang sanggup menghunjam Bumi.

Tengok saja khasiatnya. Pasakbumi mampu meningkatkan gairah seksual, kadar testosteron, jumlah sel sperma dalam sperma, kecepatan gerak sel sperma, dan intensitas ereksi. Tak berhenti di situ. Ia juga tangguh melawan biang keroknya penyakit malaria.
Mirip yohimbin
• Pasakbumi yang di Malaysia dijuluki "tongkat Ali" ini sudah dikenal lama sebagai tumbuhan afrodisiak. Bagian yang ampuh memang akarnya. Di dalmnya terkandung puluhan senyawa bioaktif dengan berbagai variasi struktur kimia.
Penelitian farmakologis menggunakan tikus sebagai hewan percobaan membuktikan hal itu. Ekstrak etanolik (menggunakan pelarut etanol) akar pasakbumi membuat tikus jantan menjadi sangat aktif terhadap tikus betina.
Namun, sejauh ini senyawa bioaktifnya yang bikin tikus jantan mabuk kepayang belum diketahui. Diperkirakan, senyawa itu alkaloid, senyawa dengan struktur kimia menyerupai yohimbin dalam tumbuhan Pausinytalia yohimbe (K. Schum.) Pierre. Diduga pula, mekanisme kerja afrodisiak akar pasakbumi mirip dengan P yohimbe.
Rupanya, hal itu mengandung kontroversi karena yohimbin dinyatakan tidak terbukti memiliki aktivitas sebagai afrodisiak. Karena itu, pasti ada senyawa lain yang mungkin memiliki aktivitas sebagai afrodisiak. Akhirnya diketahui, senyawa itu ternyata adalah kuasinoid.

Tanpa mempersoalkan senyawa bioaktifnya, kenyataan menunjukkan bahwa ekstrak etanolik atau pun ekstrak akuatik (menggunakan pelarut air) akar pasakbumi saja sudah menunjukkan sifat afrodisiak. Dari percobaan diketahui, tikus jantan yang diberi ekstrak akuatik dan etanolik akar pasakbumi menjadi lebih aktif terhadap tikus betina ketimbang tikus jantan yang tidak mendapat ekstrak yang sama.
Bahkan saking aktifnya, tikus jantan sampai menabrak dinding pemisah kandang agar bisa masuk ke kandang betina. Sebaliknya, tikus jantan yang tidak dikasih ekstrak akar pasakbumi tenang-tenang saja tingkah lakunya. Ini diperkuat oleh penelitian H.H. Ang dan MIK. Sim bahwa ekstrak akar pasakbumi benar-benar membangkitkan nafsu seksual tikus jantan sampai berkali-kali menunggangi tikus betina, mengalami ejakulasi, dan sebagainya. Penelitian yang sama bahkan menunjukkan, ekstrak akar pasakbumi meningkatkan indeks ereksi penis tikus jantan.

Menurut Prof Dr Johari Mohd. Saad, dari Universiti Malaya, jumlah sperma tikus jantan itu juga meningkat dan gerakannya lebih cepat dibandingkan dengan yang tidak diberi ekstrak akar pasakbumi. Malah, jika tidak ada tikus betina dalam kandang, tikus jantan yang diberi
ekstrak akar pasakbumi akan melakukan tindakan homoseksual terhadap tikus jantan lain. Namun, bila tikus betina disuntik dengan ekstrak pasakbumi, ia justru ogah melakukan hubungan suami-istri.
Khasiat lainnya, pasakbumi juga meningkatkan kadar testosteron. Hasil kajian secara in vitro oleh Prof. Dr. Johari Mohd. Saad menggunakan homogenat testes penderita kanker prostat memperlihatkan, pemberian ekstrak akar pasakbumi meningkatkan kadar testosteron darah. Hormon ini berfungsi mengembangkan dan memelihara ciri-ciri kelamin sekunder pada pria serta membantu sel-sel pembentuk spermatozoa dalam melakukan tugasnya.
Selain itu, testosteron juga memiliki kerja anabolik, yakni meningkatkan pembentukan zat putih telur, terutama protein otot, sehingga tubuh menjadi kekar. Testoteron dapat pula menekan pembentukan gonadotropin oleh hipofisa. Namun, perlu diketahui, zat-zat androgen tidak boleh diberikan pada penderita kerusakan hati atau kanker prostat. Karena itu, seyogyanya pasakbumi tidak dikonsumsi oleh penderita kanker prostat atau gangguan fungsi hati.
Di luar urusan ranjang, pasakbumi ternyata ampuh untuk melumpuhkan Plasmodium falciparum strain Thailand yang sudah kebal terhadap banyak obat antimalaria. Dari penelitian diketahui, pasakbumi juga memiliki aktivitas antimalaria. Aktivitas tertinggi ditunjukkan baik oleh ekstrak kloroformik (dengan pelarut kloroform) maupun ekstrak I-butanolik (dengan pelarut I-butanol) akar pasakbumi.
Senyawa bioaktif yang berkhasiat terhadap malaria itu ialah senyawa erikomanon yang lebih aktif ketimbang obat malaria klorokuin. Senyawa eurikomalakton dan eurikomanol yang terkandung di akar pasakbumi juga memiliki aktivitas antimalaria meskipun hanya sebesar 60 - 70% klorokuin.
Tata nama kacau
• Meski saat ini sudah kondang, rupanya tanaman ini sempat tidak terdokumentasikan di Herbarium Bogoriense. Akibatnya, sulit menemukan nama daerah untuk pasakbumi.
Nama pasakbumi itu sendiri mungkin nama rekaan atau ciptaan baru yang bertendensi komersial. Sebab, munculnya nama pasakbumi bersamaan waktunya dengan diketahuinya penggunaan tumbuhan itu sebagai obat kuat oleh masyarakat di pedalaman Kalimantan. Lagi pula, ada informasi yang mencoba menghubungkan bentuk akar tumbuhan itu dengan ajaran signatura (the doctrine of signature, kesimpulan berdasarkan tanda-tanda pada tumbuhan).
Lepas dari itu, nama pasakbumi masuk akal. Faktanya, akar tunggang tumbuhan ini kokoh dan tegak lurus menusuk ke dalam tanah seolah-olah menuju ke pusat Bumi. Orang pun menganggapnya bagaikan pasak Bumi. Pasakbumi akhirnya dianggap nama paling tepat untuk tanaman ini.
Dulu, pemerintah dan pihak swasta pernah meminta kepada pihak Herbarium Bogoriense -Lembaga Biologi Nasional untuk memberi kepastian tentang identitas pasakbumi. Namun, contoh tumbuhan yang mula-mula dikirimkan ke instansi itu ternyata berasal dari jenis tumbuhan lain. Maka terjadilah kekacauan tata nama di berbagai media cetak. Ketika contoh tanaman itu kembali dikirim, sayang sekali yang dikirim bukan tanaman utuh. Ada yang mengirimkan akarnya saja, ada yang akar dan daunnya. Untungnya, bagian-bagian itu berasal dari satu jenis tumbuhan.

Dari hasil determinasi contoh yang salah dan berbeda-beda itu, nama ilmiah yang pernah diberikan kepada masyarakat pun lantas berbeda-beda. Setelab ada contoh lumayan lengkap yang dikirimkan oleh seorang asisten apoteker dari Banjarmasin, barulah determinasi mengarah kepada Eurycoma longifolia Jack.
Baru sekitar Februari - Maret 1973, identitas pasakbumi dapat dipastikan, yakni Eurycoma longifolia Jack dari suku Simarubaceae
Apalah arti sebuah nama, kata seorang pujangga. Yang penting, pasakbumi tidak mengumbar janji. (Intisari)

Teknologi Murah Pasak Bumi, Cara Mudah Hidup Sehat.

Pasak Bumi (Eurycoma longifolia. Jack) merupakan tumbuhan berjuta khasiat. Berbagai penyakit dapat disembuhkan dengan mengkonsumsi ekstrak yang dikenal dengan Tongkat Ali. Beberapa khasiat yang sangat kentara antara lain dapat mengobati penyakit kencing manis, liver, impotensi, rematik, asam urat, menambah kejantanan pria dan lain sebagainya. Saat ini orang mengkonsumsi dengan cara tradisional diseduh.
Melihat tumbuhan ini banyak hidup di Kalbar, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Pontianak mengembangkan teknologi sederhana ektsrak Pasak Bumi. Yang selanjutnya dikemas dalam bentuk teh celup.
Salah seorang peneliti dan dosen FMIPA Pontianak, Ari Widiyantoro Msi yang ditemui Equator menjelaskan beberapa hal yang melatar belakangi hingga teknologi ini berusaha dikembangkan. Diantaranya tumbuhan yang banyak ditemui di hutan Kalimantan Barat ini baru sebatas dikonsumsi dengan cara tradisional.
Belum banyak yang memanfaatkan secara baik. Padahal di beberapa negara seperti Malaysia sudah melakukan penelitian spesifik terhadap tumbuhan yang diyakini dapat menambah keperkasaan bagi kaum pria, bahkan diburu untuk kemanjuan khasiat itu. Namun hal itu ditepis, karena tak hanya kaum Adam yang boleh mengkonsumsinya, para wanita juga tak ada salahnya mengkonsumsi pasak bumi.
Hasil penelitian di Malaysia justru menunjukkan tumbuhan yang terkenal dengan nama Tung Saw ini mampu mengobati Leukimia (kanker darah).
Pasak Bumi ini mengandung berbagai metabolit skunder yang mempunyai efek farmakologi tinggi.
Dia tergolong senyawa golongan Statin sebagai anti Hiperlipidemia. Gugus Alkaloid dan lakton seperti pada struktur Statin.
“Yang paling mendasar adalah saat ini eksploitasi terjadi hanya pada akar dan belum ditemukan publikasi aktivitas Antihiperlipidemia dari pasak bumi. Dimana Antihiperlipidemia diindikasikan dengan penghambatan pada aktivitas HidroksiMetil Glusataric Co Asetil (HMG-CoA), yang juga mendasari langkah penelitian” jelasnya.Menurut Magister Unpad yang baru setahun lebih menjadi pengajar di FMIPA Pontianak ini, penelitian F-MIPA sendiri selanjutnya diikutkan dengan Lomba Karya Tulis Mahasiswa tingkat Nasional 2004. Setelah sebelumnya menjadi finalis kedua dari Wilayah B setelah Universitas Padjajaran, Bandung.
Pasak Bumi celup berjudul Senyawa penghambat HMG-CoA Reduktase dari Kulit dan Batang Pasak Bumi Eurycoma longifolia Jack Sebagai Anthihiperlipidemia akan bersaing bersama finalis dengan penelitian mereka masing-masing tanggal 15 Agustus 2004 di LIPI Tangerang.
Tim FMIPA Pontianak yag akan berangkat diantaranya Winda Rahmalia, Fitria Yulistira dan Lia Destiarti dengan bimbingan Ari Widiyantoro MSi.
“Kami berharap teknologi FMIPA Pontianak ini mampu meraih yang terbaik,” ujarnya seraya mengatakan mohon doa dan dukungan. (kuswara)

Khasiat Pasak Bumi (Tongkat Ali)

Tongkat Ali memiliki lebih dari 13 manfaat kesehatan. Berbeda dengan herba-herba yang dicerna lainnya yang hanya mampu memperlancar sirkulasi, Tongkat Ali memicu hormon-hormon gonadotropin yang berkaitan dengan rangsangan mental dan fisik. Hal ini akan memperbaiki reaksi fisik dan mental seseorang terhadap rangsangan.
Tongkat Ali juga merupakan sarana meningkatkan produksi testosterone. Pada pemanfaatannya yang luas, Tongkat Ali mirip dengan ginseng, namun dengan daya yang 4 kali lebih kuat daripada ginseng, khususnya dalam meningkatkan kadar testosteron juga jauh lebih besar daripada ginseng.
Penelitian menunjukkan bahwa Tongkat Ali adalah afrodisiak tunggal yang kuat.
MANFAAT EKSTRAK TONGKAT ALI:
• Kesehatan, vitalitas, dan kekuatan tubuh
• Menunjang gairah seksual pria.
• Meningkatkan kemampuan mental dan fisik
• Meningkatkan energi, ketahanan dan stamina
• Mengatasi kelelahan mental
• Membantu menyembuhkan disfungsi ereksi dan meningkatkan jumlah sperma
• Sirkulasi darah yang lancar dan membakar lemak
• Meningkatkan kadar testosteron & mempertahankannya
• Mengencangkan kulit dan otot
Tongkat Ali telah lama digunakan secara tradisional sebagai afrodisiak dan perangsang libido. Banyak penelitian ilmiah yang mendukung dan memperlihatkan bahwa Tongkat Ali dapat mendorong fungsi seksual. Juga dipercaya dapat membantu produksi testosteron (efek anabolik) dan mengurangi kadar testosteron yang terikat dan tidak aktif di dalam tubuh.
Sebagai akibatnya, pengguna Tongkat Ali umumnya melaporkan bahwa mereka merasa lebih sehat, hasrat seks meningkat, sendi-sendi lebih sehat, lebih cepat pulih sehabis olahraga berat, perbaikan kemampuan berpikir, perbaikan fungsi sistem kekebalan tubuh dan menurunkan lemak tubuh.

Rabu, 23 Juli 2008

Sarang Semut (Myrmecodia pendans)

Tahukah Anda Sejak dipekenalkan 6 tahun yang lalu Sarang Semut sudah dikonsumsi oleh RIBUAN ORANG?
Tahukah Anda bahwa Sarang Semut sudah TERBUKTI AMPUH mengatasi berbagai jenis Kanker dan Tumor, TBC, Diabetes, Hipertensi, Lever, Asam urat, Jantung, dan berbagai penyakit berat lainnya?
"Saya yakin Sarang Semut adalah satu obat herbal yang sangat ampuh bisa menolong banyak orang yang penyakitnya susah disembuhkan dengan obat medis. Apalagi sekarang telah didukung dengan penelitian ilmiahnya. Rata-rata mereka meminum... mendapatkan hasil setelah seminggu, bahkan ada yang 3 hari sudah terlihat hasilnya." - Hendro Saputro, Peneliti Sarang Semut, Majalah Natural
Jika Anda ingin lebih mengenal Sarang Semut dan tertarik untuk mencobanya sebagai obat alternatif untuk suatu penyakit, silakan baca terus keterangan di bawah ini untuk mendapatkan informasi yang benar dan terpercaya.
Sarang Semut (Myrmecodia jack) merupakan tanaman yang berasal dari Papua yang secara tradisional telah digunakan oleh penduduk asli Papua untuk mengobati berbagai penyakit. Dan berdasarkan hasil penelitian modern didapati bahwa tanaman ini mengandung senyawa aktif penting seperti Flavanoid, Tokoferol, Fenolik dan kaya berbagai mineral yang sangat berguna sebagai antioksidan dan anti kanker.
Keunikan Sarang Semut terletak pada interaksi semut yang bersarang pada umbi yang terdapat lorong-lorong didalamnya. Kestabilan suhu di dalamnya membuat koloni semut betah berlama-lama bersarang di dalam tanaman ini. Dalam jangka waktu yang lama terjadilah reaksi kimiawi secara alami antara senyawa yang dikeluarkan semut dengan zat yang terkandung di dalam Sarang Semut, perpaduan inilah yang diduga membuat Sarang Semut ampuh mengatasi berbagai penyakit.
Dilaporkan bahwa ada banyak pengguna Sarang Semut yang mengaku sembuh dari Kanker, Tumor, Stroke, Mimisan, Alergi, Lemah Syahwat, Nyeri Punggung, dan Jantung Bocor. Banyak pula yang mengatakan tak lagi mengalami Gangguan Prostat dan Wasir setelah mengkonsumsi Sarang Semut.
Peminat Sarang Semut tidak hanya datang dari Papua, karena itu mulai awal tahun 2004, Sarang Semut mulai diproduksi dalam jumlah banyak agar mudah dimanfaatkan oleh masyarakat. Saat ini Sarang Semut semakin banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, bahkan hingga ke Singapura dan Malaysia.
Kehebohan ini pun tidak luput dari perhatian majalah, surat kabar, stasiun televisi dan radio yang berlomba-lomba mengulas tentang khasiat Sarang Semut. Hampir semua media tersebut memberikan komentar positif tentang khasiat Sarang Semut dalam menumpas berbagai penyakit berat dan merupakan sumber obat baru bagi dunia medis. Banyak dari media massa ini menampilkan testimonial dari mereka yang sudah tersembuhkan oleh Sarang Semut.
"Tak heran, setahun terakhir ini Sarang Semut semakin dipercaya dan banyak orang menyandarkan harapan kesembuhan padanya. Kenyataan ini sebenarnya cukup beralasan, apalagi banyak peneliti membuktikannya melalui berbagai kajian ilmiah." — Harian Kompas
"Hasilnya memang mencengangkan, tanaman ini terbukti ampuh mengatasi beragam penyakit berat, seperti: kanker, diabetes, hepertensi, lever, asam urat, dan jantung. Setelah khasiatnya terkuak sejumlah lembaga penelitian tergerak untuk melakukan penelitian mendalam." — Majalah Trubus
"Setelah dicoba selama 5 tahun hasilnya sangat mencengangkan. Penyakit-penyakit seperti Kanker, Wasir, nyeri Sendi, jantung, gangguan ginjal, prostat pun lenyap. Selain itu hasil olahan Sarang Semut juga dapat meningkatkan air susu ibu." — Majalah Natural
Karena itu, secara empiris Sarang Semut tidak dapat disangkal lagi telah terbukti berkhasiat. Ini artinya, Sarang Semut telah dikonsumsi oleh banyak orang dan telah terbukti dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Sedangkan manfaat lainnya, tumbuhan ini pun bisa meningkatkan produksi ASI, memulihkan kesehatan wanita pascapersalinan, serta menjaga stamina tubuh.
Tidak hanya secara empiris, berdasarkan hasil penelitian ilmiah dari Pusat Bioteknologi LIPI, terungkap bahwa Sarang Semut mengandung senyawa aktif (Flavonoid dan Tanin) yang telah dikenal dalam dunia medis dapat menaklukkan berbagai penyakit berat.
Berikut ini adalah jenis-jenis panyakit yang sudah terbukti dapat diatasi oleh Sarang Semut berdasarkan pengalaman empiris dari para pengguna.
• Berbagai jenis Kanker dan Tumor — Kanker payudara, otak, hidung, lever, paru-paru, usus, rahim, kulit, prostate, dan Kanker darah
• Gangguan jantung
• Stroke berat dan ringan
• Menghilangkan benjolan-benjolan pada Payudara
• Gangguan Ginjal dan Prostat
• TBC & Masalah paru-paru
• Ambien (Wasir) baru maupun lama
• Migraen (Sakit kepala sebelah)
• Reumatik
• Melancarkan peredaran darah, pegal linu, dan nyeri otot
• Meningkatkan vitalitas, memperbaiki dan meningkatkan stamina tubuh.

INDONESIA BANTAI MALAYSIA 5 - 1

Indonesia berhasil menghancurkan Malaysia 5-1 di penyisihan Grup A Piala AFF di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Rabu 1 Desember 2010. Dengan hasil ini, Indonesia sementara memuncaki Grup A. Merah Putih untuk sementara memimpin Grup A dengan poin sempurna, 3, setelah di pertandingan sebelumnya, Thailand hanya mampu bermain imbang 2-2 dengan Laos. Sedangkan Malaysia harus rela menghuni juru kunci.
Meski tampil agresif sejak menit pertama, namun tim besutan Alfred Riedl sempat dikejutkan dengan gol Malaysia pada menit 18 lewat aksi penyerangnya Norshahrul Idlan Bin Talaha.
Norshahrul mendapatkan umpan jauh dari Mohd Safee Bin Mohd Sali yang melihat posisi Norshahrul lebih bebas di antara dua bek Indonesia, Zulkifli Syukur dan Hamka Hamzah. Tanpa kesulitan Norshahrul menjebol gawang Markus.
Namun keunggulan Malaysia tak bertahan lama. Pada menit 22, Indonesia berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat gol bunuh diri Mohd Asraruddin Putra Bin Omar.
Bek Malaysia ini justru mencocor bola ke gawang sendiri setelah melihat pergerakan Irfan Bachdim yang seakan-akan menyongsong bola umpan silang M Nasuha. Bola justru mendarat di kakinya dan meluncur ke gawang sendiri.
Gol bunuh diri ini langsung melecut semangat Christian 'El Loco' Gonzales dan kawan-kawan. Terbukti di menit 33, Merah Putih justru berbalik unggul 2-1 lewat gol cantik El Loco.
Memanfaatkan umpan terukur Firman Utina, striker naturalisasi ini berhasil melepaskan tendangan menyusur ke sisi kanan gawang Malaysia yang gagal diantisipasi kiper Mohd Sharbinee Allawee Bin Ramli.
Indonesia kembali menjebol gawang Malaysia lewat gol Muhammad Ridwan di menit 55. Gelandang sayap Sriwijaya FC ini berhasil memanfaatkan bola terobosan yang sekaligus merubah kedudukan menjadi 3-1.
Arif Suyono yang masuk menggantikan M Ridwan kembali menjebol gawang Malaysia di menit 77. Arif berhasil memanfaatkan blunder salah satu bek Malaysia yang gagal mengontrol bola hasil umpan silang Octavianus Maniani. Indonesia unggul 4-1.
Pesta kemenangan Indonesia ditutup oleh gol pemain naturalisasi lainnya, Irfan Bachdim di masa injury time. Bachdim berhasil menyongsong bola hasil umpan silang Octavianus. Skor 5-1 untuk kemenangan Indonesia ini tak berubah hingga pertandingan usai.
Susunan Pemain
Indonesia (4-4-2): 1-Markus Harison; 2-Mohammad Nasuha, 3-Zulkifli Syukur, 5-Maman Abdurahman, 23-Hamka Hamzah; 10-Oktovianus Maniani, 15-Firman Utina (c); 19-Ahmad Bustomi (6-Tony Sucipto 74'), 22-Muhamad Ridwan (14-Arif Suyono 74'); 9-Cristian Gonzales, 17-Irfan Bachdim
Malaysia (4-4-2): 28-Mohd Sharbinee Allawee Bin Ramli; 4-Mohd Asrarudin Putra Bin Omar (2-Mohd Sabre Bin Mat Abu 80'), 6-Mohd Razman Bin Roslan (Mohamad Ashari Bin Samsudin 63'), 24-Mohamad Muslim Bin Ahmad, 27-Mohamad Fadhli Bin Mohd Shas; 8-Safiq Bin Rahim (Amar Bin Rohidan 63'), 16-Kunanlan Subramaniam, 17-Mohd Amri Bin Yahyah, 21-Mohd Aamirulhadi Bin Zainal; 9-Norshahrul Idlan Bin Talaha, 10-Mohd Safee Bin Mohd Sali

KHASIAT TUMBUHAN SARANG SEMUT

RISET ILMIAH TUMBUHAN SARANG SEMUT


Oleh Trubus

Hasil diagnosis dokter Samuel menyebutkan, Mona Pangkey mengidap tumor akibat kelainan kelenjar. Kabar itu terasa menyakitkan bagi ibu satu anak itu. Resep dari dokter segera ia tukarkan di apotek lantaran hasrat untuk sembuh begitu besar. Sayang, impian sembuh bagai fatamorgana yang sulit direngkuh. Setahun mengkonsumsi obat-obatan yang disarankan dokter, penyakit maut itu masih bercokol. Itulah sebabnya, Mona melirik pengobatan herbal.

Namun, jalan penyembuhan itu pun tak memberi banyak harapan. Sakitnya tak kunjung membaik. Saya sangat khawatir dan gelisah karena saya sudah berkeluarga dan mempunyai seorang anak kecil, katanya. Kegelisahannya memuncak tatkala tumor itu meranum, lalu pecah. Nanah dan darah mengalir deras dari luka itu. Ia merasakan nyeri yang sangat sehingga selama 3 pekan beristirahat.

Meski demikian harapan untuk sembuh tak pernah putus. Ketika suaminya membawa serbuk sarang semut dari teman sejawat, harapan itu meletup-letup. Maklum, di kemasan memang tertulis, sarang semut antara lain mampu mengatasi tumor dan kanker. Hari itu, pada pertengahan 2005, mulailah Mona Pangkey meminum rebusan serbuk sarang semut.

Yang disebut sarang semut bukan sarang yang dibuat oleh semut dan menggelantung di pohon-pohon. Sarang semut nama sekelompok tumbuhan epifit yang menempel di pohon. Kelompok tumbuhan itu terdiri atas 2 genus Myrmecodia dan Hydnophytum dengan belasan spesies. Umbi kedua jenis tumbuhan anggota famili Rubiaceae itu menggelembung dipenuhi duri tajam. Di dalam umbi itulah terdapat labirin-labirin yang dihuni oleh semut dan cendawan.

Daging umbi tanaman itulah yang diris tipis-tipis, dijemur, dan dikemas dalam plastik transparan. Ramuan itu disodorkan kepada Mona Pangkey oleh sang suami. Setiap hari ia 3 kali minum rebusan sarang semut masing-masing segelas. Sebulan berselang, benjolan di leher hilang sama sekali bersamaan dengan mengeringnya luka dan lenyapnya sakit saat mengunyah.

Mona penasaran dengan kejadian itu. Pada September 2005 ia memeriksakan diri ke dokter yang dulu menyarankan untuk mengoperasi tumornya. Dokter terheran-heran saya sudah sembuh. Lalu dokter menanyakan apakah saya minum obat lain? Karena katanya selama ini pasien-pasiennya penyakit yang sama, tidak pernah bisa sembuh secepat yang saya alami, paparnya.

Terbukti

Secara empiris sarang semut tak hanya tokcer menyembuhkan tumor atau kanker. Penyakit-penyakit lain yang berhasil diatasi oleh kerabat kacapiring itu antara lain bronkitis, diabetes mellitus, hipertensi, jantung koroner, dan stroke (baca: Sang Penambal Jantung Bocor, halaman 16- 17). Oleh karena itu kini banyak pasien menyandarkan harapan kesembuhan pada sarang semut seperti dialami Mona Pangkey.

Kesembuhan Mona Pangkey bukan sekadar kebetulan belaka. Para peneliti negeri jiran membuktikannya melalui serangkai riset ilmiah. Dalam uji in vitro, anggota famili Rubiaceae itu terbukti tokcer mengatasi sel kanker. Yang membuktikan keampuhan itu adalah Qui Kim Tran dari University National of Hochiminch City dan koleganya seperti Yasuhiro Tezuka, Yuko Harimaya, dan Arjun Hari Banskota. Ketiga orang sejawat Qui itu bekerja di Toyama Medical and Pharmaceutical University.

Qui Kim Tran mengambil by ki nam-sebutan sarang semut di Vietnam-dari Tinh Bien, Provinsi Angiang dan Provinsi Lamdong. Di negeri lumbung beras itu sarang semut secara tradisional dimanfaatkan untuk mengatasi beragam penyakit seperti diare, hepatitis, keputihan, malaria, dan rematik.

Tumbuhan berbobot 2-3 kg itu kemudian diekstrak dengan berbagai pelarut seperti air, methanol, dan campuran methanol-air. Mereka lantas menumbuhkan 3 sel kanker yang amat metastesis alias mudah menyebar ke bagian tubuh lain seperti kanker serviks, kanker paru, dan kanker usus.

Masing-masing hasil ekstraksi itu lalu diberikan kepada setiap sel kanker. Hasilnya menakjubkan, sarang semut mempunyai aktivitas antiproliferasi. Dalam dunia kedokteran, proliferasi berarti pertumbuhan sel yang amat cepat dan abnormal. Kanker memang berarti pertumbuhan sel yang cepat dan tak terkendali. Antiproliferasi berarti menghambat proses perbanyakan sel itu, papar dr Willy Japaries MARS, dokter alumnus Universitas Indonesia.

Seperti dikutip Biology Pharmaceutical Bulletin, periset itu menuturkan, Seluruh ekstrak sarang semut menekan proliferasi sel tumor manusia. Dalam uji itu terbukti tingkat efektivitas EC50 mencapai 9,97 mg/ml pada ekstrak methanol. Artinya hanya dengan dosis kecil, 9,97 mg/ml, ekstrak sarang semut mampu menekan 50% laju pertumbuhan sel kanker. Sedangkan EC50 pada ekstrak air 22,3 mg/ml; campuran methanol-air, 11,3 mg/ml. Riset itu seperti meneguhkan pengalaman empiris banyak orang yang sembuh dari kanker. Menurut Hendro Saputro, produsen sarang semut di Wamena, Papua, secara empiris sarang semut mampu mengatasi beragam jenis kanker, selain kanker nasofaring.

Flavonoid

Menurut Prof Dr Sumali Wiryowidagdo, guru besar Jurusan Farmasi Universitas Indonesia, tanaman epifit seperti sarang semut memang potensial sebagai obat. Jika tanaman hidup bersimbiosis dengan tanaman lain, kaya metabolit sekunder. Ada yang berasal dari tanaman inang maupun epifit itu sendiri, ujar Sumali. Semua makhluk memiliki metabolit primer yang sangat dibutuhkan antara lain karbohidrat, protein, lemak, dan asam lemak. Sedangkan metabolit sekunder seperti alkaloid, terpenoid, steroid, dan glikosida tak mutlak ada.

Senyawa aktif apa yang terkandung dalam sarang semut? Uji penapisan yang dilakukan oleh Dr Muhammad Ahkam Subroto dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi membuktikan, sarang semut mengandung flavonoid dan tanin. Dengan ditemukannya senyawa flavonoid dan tanin, sarang semut sangat berpotensi menjadi fitofarmaka setelah melewati serangkaian uji, ujar Prof Dr Sidik, guru besar Farmakologi Universitas Padjadjaran.

Bagi tubuh, flavonoid berfungsi sebagai antioksidan sehingga ampuh mencegah sekaligus mengatasi serangan kanker. Mekanisme kerja flavonoid dalam mengatasi kanker dengan menginaktifasi karsinogen, penghambatan siklus sel, dan induksi apoptosis. Sumali Wiryowidagdo, mengingatkan untuk tak terlalu lama ketika merebus sarang semut. Tujuannya agar flavonoid yang dikandung tidak rusak. Kalau dilakukan perebusan pada suhu 90oC hanya boleh 15 menit, ujarnya.

Mengenai kandungan flavonoid dan tanin, Prof Dr Elin Yulinah Sukandar, guru besar Farmasi ITB mengatakan, sulit menganalisis lantaran tergantung senyawa yang diikat. Flavonoid dan tanin terdiri atas banyak senyawa. Bentuknya bervariasi, masing-masing mempunyai fungsi tersendiri, dari antioksidan, antialergi, sampai antibakteri, kata doktor Farmakologi itu. Hingga tulisan ini diturunkan, Muhammad Ahkam masih menguji elusidasi untuk mengetahui jenis tanin dan flavonoid.

Masih ada kegunaan lain flavonoid: meningkatkan air susu ibu. Menurut ahli gizi Institut Pertanian Bogor, Ahmad Sulaeman PhD, flavonoid bersifat laktagogal yang mengandung hormon penting untuk merangsang dan melancarkan air susu ibu. Itulah yang dialami oleh Tri Wayat Turyanti (34 tahun) saat melahirkan bayi kembar 4 tahun lalu. Produksi ASI-nya tak mencukupi kebutuhan Ari Tegar Pambudi dan Ario Pangestu-nama kedua bocah kembar itu. Namun, 2 pekan setelah melahirkan ia rutin minum rebusan sarang semut produksi ASI berlimpah. Perempuan kelahiran Jayapura 24 Oktober 1971 itu juga merasa lebih fit dan tak mudah lelah.

Di samping itu nongon-sebutan sarang semut di Lembah Baliem-juga mengandung tokoferol. Tokoferol mirip vitamin E yang berefek antioksidan efektif. Menurut Prof Dr Elin Yulinah Sukandar, guru besar Farmasi ITB, kandungan tokoferol itu cukup tinggi. Tokoferol berfungsi sebagai antioksidan dan antikanker. Ia menangkal serangan radikal bebas dengan cara antidegeneratif, katanya.

Senyawa kaya vitamin E itu juga berfaedah sebagai antipenuaan. Bila kita mengkonsumsi banyak lemak dan radikal bebas, dengan adanya tokoferol akan mengatasinya, ujar ahli Ahmad Sulaeman PhD. Doktor ahli nutrisi alumnus University of Nebraska Lincoln itu mengungkapkan, peran vitamin E bagi kesehatan amat vital. Ia mencegah asam lemak tak jenuh, komponen sel membran dari oksidasi oleh radikal bebas.

Tingginya peroksidasi komponen itu memicu serangan penyakit degeneratif seperti beragam kanker, diabetes mellitus, dan jantung. Nah, tokoferol dalam sarang semut mencegah terjadinya peroksidasi alias menekan serangan penyakit. Kebutuhan tokoferol pria dewasa 15 mg per hari. Dari konsumsi sarang semut itu saja sudah tercukupi, berlebih malah. Apakah justru berdampak buruk? Ahmad Sulaeman mengatakan, konsumsi tokoferol berlebih tetap aman. Bahkan bila dosisnya sampai 800 mg per hari juga masih aman, ujar dosen Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga IPB itu.

Sulaeman mengatakan, sarang semut berfaedah sebagai pangan fungsional. Maksudnya, memberikan nilai gizi sekaligus bermanfaat bagi kesehatan. Contoh, kandungan kalium berguna bagi penderita hipertensi. Karbohidrat terdiri atas pati dan serat yang bermanfaat mencegah serangan jantung koroner dan kardiovaskuler.

Pulih kembali

Riset ilmiah lain juga dilakukan oleh Muhammad Ahkam Subroto untuk menjamin keamanan konsumen sarang semut. Penghujung Maret 2006 ia menguji tingkat keamanan konsumsi sarang semut. Ekstrak air tumbuhan obat itu diberikan kepada 3 kelompok mencit; 1 kelompok lain, kontrol-tak diberi ekstrak. Setiap kelompok mencit terdiri atas 10 ekor masing-masing 5 jantan dan betina berumur 3 bulan serta berbobot 16 gram.

Delapan jam setelah dipuasakan, 3 kelompok mencit diberi ekstrak sarang semut dengan dosis 7,5 mikroliter untuk kelompok I, 75 mikroliter (II), dan 750 mikroliter (III). Ekstrak diberikan secara oral. Jika dikonversi pada manusia berbobot 50 kg, dosis 7,5 mikroliter setara 30 sendok makan. Dosis percobaan lazimnya hanya 2 g. Dosisnya memang dilipatgandakan untuk mengetahui tingkat keracunan, ujar doktor alumnus University of New South Wales Sydney, Australia.

Hasilnya? Hingga hari ke-5, pemberian ekstrak sarang semut untuk semua dosis belum mempengaruhi kinerja ginjal, hati, jantung, limpa, organ reproduksi, dan paru. Artinya, ke-6 organ itu masih berfungsi normal. Pada hari ke-12 organ mencit kelompok I dan II tak ada perubahan bila dibandingkan dengan kelompok kontrol. Namun, ginjal kelompok III terjadi degenerasi dan lisis pada sel epitel tubuli.

Sedangkan ginjal kelompok I dan II baru mengalami degenerasi pada hari ke-19. Pada hari yang sama, hati semua kelompok melemak. Hanya 2 organ itulah yang mengalami gangguan; 4 organ lain, tetap berfungsi dengan baik. Yang menggembirakan kerusakan ginjal dan hati bersifat reversibel alias pulih kembali pada hari ke-23. Itu berarti daya tahan sel sudah beradaptasi.

Aman

Riset itu membuktikan, konsumsi 3 kali 1 sendok makan lokon-sebutan sarang semut di Wamena-per hari masih sangat aman. Soal keamanan juga ditindaklanjuti Ahkam melalui uji toksisitas kronis. Satwa pengerat kembali menjadi kelinci percobaan. Mereka dibagi dalam 2 kelompok, masing-masing terdiri atas 5 jantan dan 5 betina. Kelompok A diberi 1.500 mikroliter; kelompok B, 3.000 mikroliter ekstrak air sarang semut.

Meski dosis ditingkatkan hingga 400 kali, 3 pekan berselang tak seekor Mus cervicolor pun meregang nyawa. Anggota bangsa Rodentia itu sehat walafiat. Itulah sebabnya uji toksisitas akhirnya dihentikan. LD50 (lethal dosage, dosis mematikan, red) tak ditemukan. Jadi rupanya dengan konsentrasi 400 kali belum cukup toksik untuk mematikan. Itu berita bagus, walau kita mungkin harus cari sampai dosis ditingkatkan 1.000 kali. Namun, dosis itu kan sudah keterlaluan, ngga mungkin orang konsumsi sampai satu kilo, ujar ahli peneliti utama LIPI itu.

Ahkam menyimpulkan, angka LD50 sarang semut amat tinggi sehingga keamanan konsumen terlindungi. Menurut Prof Dr Sumali kriteria obat yang bagus jika dosis efektif berjauhan dengan LD50. Harap mafhum, konsumsi herbal umumnya tanpa pengawasan dokter. Makin tinggi hasil toksisitasnya makin bagus sebagai obat, kata Sumali. Bandingkan dengan kemoterapi, misalnya, yang dosis mematikannya hanya 10 kali, sementara sarang semut, dosis hingga 400 kali pun belum terjadi kematian.

Dengan temuan riset itu keselamatan konsumen sarang semut memang terjaga. Selain itu konsumen juga mempunyai banyak pilihan obat untuk menanggulangi gempuran beragam penyakit. Sekadar menyebut contoh ada minyak buah merah, virgin coconut oil alias minyak kelapa murni, dan sarang semut. Konsumen tak perlu pening memilih penyembuh. Sebab, masing-masing mempunyai pemanfaatan berbeda.

Riset ilimiah yang dilakukan berbagai pihak memang baru langkah awal untuk menyibak misteri sarang semut. Sehendep-sebutan sarang semut di suku Yali-mesti melewati beragam uji lain seperti uji in vivo dan uji klinis untuk membuktikan keampuhannya sebagai panasea alias obat beragam penyakit. Uji in vitro saja belum cukup lantaran, Uji in vitro belum menjamin keberhasilan in vivo. Banyak faktor seperti hormon dan mekanisme kerja tubuh lain yang berpengaruh, ujar Japaries. (Sardi Duryatmo/Peliput: Dian Adijaya, Imam Wiguna, Syalita Fawnia, & Vina Fitriani)

OBAT ALTERNATIF: SARANG SEMUT PENAKLUK PENYAKIT MAUT

Oleh: M. Ahkam Subroto

Papua merupakan salah satu daerah di Indonesia yang kaya akan keanekaragaman hayati, termasuk tanaman obat. Beberapa tanaman obat asal Papua telah menyedot perhatian banyak kalangan, baik kalangan medis konvensional maupun kalangan pengobatan komplementer dan alternatif, termasuk di antaranya adalah mahkota dewa yang populer pada awal 2000, buah merah 2004 dan keben 2005. Kini herbal-herbal tersebut masih terus dibicarakan dan digunakan oleh masyarakat luas. Khasiatnya mulai pula diakui di luar negeri.

Awal 2006 kami telah memperkenalkan satu herbal lagi dari Papua yang juga mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat luas, yaitu tumbuhan sarang semut. Sarang semut memiliki banyak khasiat untuk pengobatan berbagai penyakit, mulai dari yang ringan seperti mimisan, maag, asam urat dan wasir hingga penyakit-penyakit berat seperti tumor, kanker, TBC dan jantung koroner. Selain itu, tumbuhan ini dapat meningkatkan dan memperlancar produksi air susu ibu (ASI) dan memulihkan kesehatan wanita setelah persalinan, meningkatkan stamina dan sebagai afrodisiak (meningkatkan gairah seksual).

Mengenal Tumbuhan Sarang Semut

Sarang semut yang telah dikenal oleh masyarakat luas adalah sarang semut berupa lubang-lubang di tanah, bangunan atau daun-daun di pohon yang dibuat sendiri oleh koloni semut tertentu, bisa semut merah, rangkang, semut hitam, atau semut putih. Namun yang dimaksud di sini bukan sarang semut seperti itu, melainkan tumbuhan epifit yang menempel di pohon-pohon besar yang batang bagian bawahnya menggelembung berisi rongga-rongga yang disediakan sebagai sarang semut jenis tertentu.

Sarang semut merupakan tumbuhan dari Hydnophytinae (Rubiaceae) yang berasosiasi dengan semut. Tumbuhan ini bersifat epifit, artinya menempel pada tumbuhan lain, tidak hidup secara parasit pada inangnya tetapi hanya memanfaatkannya untuk menempel. Contoh epifit lain yang lazim dijumpai hidup di pohon adalah lumut kerak, lumut, alga, tumbuhan perambat dan anggrek. Sebenarnya ada 5 genus sarang semut dari famili Rubiaceae, namun hanya genus Hydnophytum dan Myrmecodia yang paling dekat berasosiasi dengan semut. Genus sarang semut tersebut dibagi menjadi beberapa spesies berdasarkan struktur umbinya. Hydnophytum terdiri dari 45 spesies dan Myrmecodia 26 spesies. Semua spesies dari tumbuhan ini memiliki batang menggelembung yang berongga-rongga menyerupai buah yang umumnya dihuni oleh semut.

Penyebaran sarang semut mulai dari Semenanjung Malaysia hingga Filipina, Kamboja, Sumatera, Kalimantan, Jawa, Papua, Papua Nugini, Cape York hingga Kepulauan Solomon. Di Propinsi Papua, tumbuhan sarang semut dapat dijumpai terutama di daerah Pegunungan Tengah, yaitu di hutan belantara Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Pegunungan Bintang dan Kabupaten Paniai. Keanekaragaman terbesar dari sarang semut ditemukan di pulau Papua dimana spesies dataran tingginya adalah lokal spesifik.

Secara ekologi, sarang semut tersebar dari hutan bakau dan pohon-pohon di pinggir pantai hingga ketinggian 2400 m. Sarang semut paling banyak ditemukan di padang rumput dan jarang ditemukan di hutan tropis dataran rendah, namun lebih banyak ditemukan di hutan dan daerah pertanian terbuka dengan ketinggian sekitar 600 m. Ia banyak ditemukan menempel pada beberapa pohon, umumnya di pohon kayu putih, cemara gunung, kaha, dan pohon beech, tetapi jarang pada pohon-pohon dengan batang halus dan rapuh seperti Eucalyptus. Sarang semut juga tumbuh pada dataran tanpa pohon dengan nutrisi rendah dan di atas ketinggian pohon. Di habitat liarnya sarang semut dihuni oleh beragam jenis semut dan seringkali oleh tiga spesies dari genus Iridomyrmex. Identifikasi yang kami lakukan terhadap sarang semut Myrmecodia pendens menunjukkan bahwa tumbuhan ini dihuni oleh koloni semut dari jenis Ochetellus sp.

Pengetahuan Tradisional Sarang Semut

Dari literatur tercatat hanya ada 1 spesies Hydnophytum dan 1 spesies Myrmecodia yang digunakan sebagai bahan obat oleh penduduk lokal suatu daerah tertentu di Asia Tenggara, yaitu Hydnophytum formicarum Jack dan Myrmecodia tuberosa Jack. Di Indonesia, H. formicarum yang di Jawa disebut urek-urek polo bentuk pastanya digunakan untuk mengobati pembengkakan, sakit kepala dan rematik. Sedangkan air rebusannya digunakan untuk mengobati hernia dan maag. Di Filipina, air rebusannya digunakan untuk mengobati liver dan masalah pencernaan. Di Thailand, serbuknya digunakan untuk antelmintik (obat cacing), tonik jantung, penyakit tulang, penyakit kulit, penyakit paru-paru, sakit di persendian dan sebagai bahan campuran untuk obat antidiabetes. Di Malaysia, air rebusannya digunakan untuk mengobati kanker. Di Vietnam, tumbuhan ini digunakan untuk mengobati hepatitis, rematik dan diare.

Di Indonesia pasta dari spesies M. tuberosa, disebut rumah semut, digunakan untuk mengobati pembengkakan dan sakit kepala. Selain itu, spesies lain M. pendans juga digunakan secara tradisional oleh penduduk lokal tertentu di Papua untuk menyembuhkan beragam gangguan kesehatan, namun tidak jelas jenis-jenis penyakit yang dapat disembuhkan dengan sarang semut jenis ini. Berdasarkan pengetahuan tradisional inilah akhirnya kami sejak tahun 2002 mulai mengembangkan dan mempopulerkan sarang semut jenis ini sebagai obat beragam penyakit seperti tumor/kanker, jantung koroner, wasir, stroke, rematik, gangguan prostat, dll. Serangkaian penelitian ilmiah telah kami lakukan di LIPI untuk mengungkap khasiat sarang semut ini.

Kandungan Senyawa Aktif

Analisis kimia dari sarang semut menunjukkan bahwa tumbuhan ini terutama mengandung senyawa-senyawa kimia dari golongan flavonoid dan tanin. Flavonoid merupakan golongan senyawa bahan alam dari senyawa fenolik yang banyak merupakan pigmen tumbuhan. Saat ini lebih dari 6000 senyawa yang berbeda masuk ke dalam golongan flavonoid. Flavonoid merupakan bagian penting dari diet kita karena banyak manfaatnya bagi kesehatan. Fungsi kebanyakan flavonoid dalam tubuh kita adalah sebagai antioksidan. Manfaat flavonoid antara lain adalah untuk melindungi struktur sel, memiliki hubungan sinergis dengan vitamin C (meningkatkan efektivitas vitamin C), antiinflamasi, mencegah keropos tulang dan sebagai antibiotik. Dalam banyak kasus flavonoid dapat berperan secara langsung sebagai antibiotik dengan mengganggu fungsi dari mikroorganisme seperti bakteri atau virus. Fungsi flavonoid sebagai antivirus telah banyak dipublikasikan, termasuk untuk virus HIV (AIDS) dan virus herpes. Selain itu, flavonoid juga dilaporkan berperan dalam pencegahan dan pengobatan beberapa penyakit lain seperti asma, kataraks, diabetes, encok/rematik, migren, wasir, dan periodontitis (radang jaringan ikat penyangga akar gigi). Kemampuan sarang semut untuk pengobatan berbagai jenis kanker/tumor, TBC, dan encok/rematik berkaitan erat dengan kandungan flavonoidnya.

Tanin merupakan astringen, polifenol tanaman rasa pahit yang dapat mengikat dan mengendapkan protein. Umumnya tanin dikenal digunakan untuk penyamakan kulit, namun tanin juga banyak aplikasinya di bidang pengobatan, misalnya untuk pengobatan diare, hemostatik (menghentikan perdarahan), dan wasir. Kemampuan sarang semut untuk pengobatan wasir dan mimisan berkaitan erat dengan kandungan taninnya.

Selain itu, sarang semut kaya akan antioksidan tokoferol (vitamin E) dan beberapa mineral penting untuk tubuh seperti kalsium, natrium, kalium, seng, besi, fosfor dan magnesium.

Di dalam sistem metabolisme tubuh, kalsium berfungsi dalam kerja jantung, impuls syaraf, dan pembekuan darah. Besi berfungsi dalam pembentukan hemoglobin, transpor oksigen, aktivator enzim. Fosfor berfungsi dalam penyerapan kalsium dan produksi energi. Natrium memiliki peranan dalam kesetimbangan elektrolit, volume cairan tubuh dan impuls syaraf. Kalium berfungsi dalam ritme jantung, impuls syaraf dan kesetimbangan asam-basa. Seng memiliki fungsi dalam sintesis protein, fungsi seksual, penyimpanan insulin, metabolisme karbohidrat dan penyembuhan luka. Sedangkan magnesium memiliki peranan dalam fungsi tulang, hati, otot, transfer air intraseluler, kesetimbangan basa dan aktivitas neuromuskuler. Fungsi-fungsi mineral di atas dapat menjelaskan beberapa khasiat lain dari sarang semut, misalnya dalam membantu mengatasi berbagai macam penyakit/gangguan jantung, melancarkan haid dan mengobati keputihan, melancarkan peredaran darah, mengobati migraen (sakit kepala sebelah), gangguan fungsi ginjal dan prostat, memulihkan kesegaran dan stamina tubuh, dan memulihkan gairah seksual.

Aktivitas Farmakologi Sarang Semut

Di beberapa negara ASEAN seperti Malaysia, Thailand dan Vietnam, riset sarang semut dari jenis H. formicarum telah mulai dilakukan sejak 5 tahun yl, terutama yang berkaitan dengan evaluasi toksisitas, antioksidan dan antikanker. Sejauh ini telah dilaporkan bahwa ekstrak metanol, metanol:air (1:1), dan air dari H. formicarum telah terbukti dapat menghambat pertumbuhan beberapa jenis sel tumor dan kanker secara in vitro dengan aktivitas yang cukup tinggi. Salah satu mekanisme yang telah terungkap adalah induksi apoptosis yang ditunjukkan dengan adanya perubahan morfologi dan fragmentasi DNA.

Ekstrak etanol dari H. formicarum juga dilaporkan mengandung senyawa aktif inhibitor histone deacetylase (HDAC) yang memiliki aktivitas antikanker yang efektif. Inhibitor HDAC merupakan kelas senyawa aktif yang saat ini tengah diuji klinis sebagai antikanker. Inhibitor HDAC telah dibuktikan dapat menghambat pertumbuhan sel tumor, menginduksi diferensiasi dan menyebabkan kematian sel apoptotik dari sel-sel kanker payudara, paru-paru, indung telur, prostat dan usus. Diduga inhibitor HDAC menyebabkan aktivasi transkripsional dari beberapa gen yang ekspresinya menyebabkan penghambatan pertumbuhan tumor.

Ekstrak air dan kloroform dari H. formicarum telah dilaporkan pula memiliki aktivitas antioksidan yang kuat melalui uji radikal bebas 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH) dengan konsentrasi penghambatan (IC50) masing-masing sebesar 32,95 mg/ml dan 39,1 mg/ml. Satu senyawa murni yang telah berhasil diisolasi dari ekstrak heksana H. formicarum adalah stigmasterol yang memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker payudara dan sel kanker nasofaring dengan nilai LC50 sebesar 87,7 dan 34,3 mg/ml.

Multi khasiat sarang semut jenis M. pendans diduga kuat berkaitan dengan kandungan senyawa aktifnya, terutama dari golongan flavonoid, tanin, tokoferol, multi-mineral (Ca, Na, K, P, Zn, Fe, Mg) dan polisakarida. Ekstrak etanol dari M. pendans memiliki aktivitas antioksidan sedang dengan IC50 sebesar 48,6 mg/ml. Ekstrak yang sama memiliki aktivitas pula sebagai inhibitor xanthine oxidase (anti asam urat) yang setara dengan allopurinol pada konsentrasi 200 mg/ml. Uji toksisitas yang telah dilakukan terhadap ekstrak air M. pendans menunjukkan bahwa konsumsi sarang semut pada dosis 3 x 1 sendok makan (dosis yang lazim dikonsumsi) masih tergolong aman. Senyawa murni yang telah berhasil diisolasi adalah dari golongan steroid/terpenoid dan flavonoid glikosida.

Cara Pemanfaatan untuk Pengobatan Alternatif

Saat ini ada 2 bentuk produk sarang semut yang beredar di pasaran, yaitu serbuk kering dan kapsul ekstrak air. Cara pemakaian untuk serbuk sarang semut adalah sebagai berikut: (1) Tuangkan satu sendok makan penuh (sekitar 10 g) bubuk tersebut ke dalam panci yang terbuat dari stainless steel (jangan menggunakan panci aluminium, bisa bocor) berisi kurang lebih 500 ml air (2 gelas); (2) Masak bubuk tersebut sampai mendidih, api dikecilkan sambil diaduk sesekali selama sekitar 15 menit (2 gelas air menjadi 1 gelas); (3) Dinginkan hasil rebusan tersebut; (4) Saring air hasil rebusan tersebut dan air hasil rebusan tersebut siap diminum.

Secara umum, anak-anak usia di bawah 10 tahun diberi minum setengah takaran dewasa dengan dosis penggunaannya adalah: a). untuk penyembuhan: minumlah air hasil rebusan tersebut secara teratur 2-3 kali sehari hingga sembuh dan setiap takaran obat hanya untuk satu kali pemakaian; b). untuk pencegahan: dapat diminum secara teratur 1-2 kali seminggu agar tetap sehat dan bugar. Sedangkan untuk sediaan dalam bentuk kapsul (@500 mg), dosis pengobatan untuk setiap penyakit pada umumnya 1-2 kapsul sekali minum, 3x sehari, untuk meningkatkan ASI 2 x 1 kapsul sehari dan untuk stamina, 2 x 1 kapsul sehari.

Sebagai penutup perlu ditekankan di sini bahwa dari sekian banyak spesies sarang semut yang ada, hanya ada 3 spesies yang berkhasiat obat sesuai dengan pengetahuan tradisional penduduk lokal di Asia Tenggara, yaitu H. formicarum, M. tuberosa dan M. pendans. Karena itu, demi keamanan pemakaian disarankan agar masyarakat bersikap berhati-hati dalam memilih jenis sarang semut yang tepat untuk pengobatan.

Thailand Ditahan Laos 2-2

Jakarta - Kejutan terjadi di pertandingan pertama Grup A Suzuki AFF Cup 2010. Salah satu tim kuat Asia Tenggara, Thailand, ditahan imbang Laos 2-2.

Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Rabu (1/12/2010) sore WIB, Thailand dikejutkan oleh gol Laos di menit 54. Gol Laos diciptakan oleh Konekham Inntammavong. Beberapa saat setelahnya, Thailand sempat mencetak gol, namun dianulir lantaran terjadi pelanggaran terhadap kiepr Laos.

Sarayoot Chaikumdee menjadi penyelamat Thailand setelah berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di menit 68. Tapi Laos kembali berhasil memperlebar kedudukan di menit 82 melalui Sopa Saysana.

Ketika pertandingan hampir habis, Thailand selamat dari kekalahan. Chaikumdee kembali membol jala Laos dan memaksakan laga berakhir dengan skor imbang 2-2.

Berkat hasil ini, kedua tim berbagi angka sama, yakni satu. Posisi mereka di klasemen sementara berpeluang dibalap Indonesia atau Malaysia yang baru akan bertanding beberapa saat lagi.

Bagi pelatih Thailand, Bryan Robson, hasil ini bisa dibilang kurang menguntungkan. Belakangan, posisinya terngah dalam sorotan setelah serangkaian hasil yang kurang memuaskan diraih anak-anak asuhnya.

El Loco Bawa Indonesia Memimpin

Jakarta - Indonesia membalikkan keadaan. Setelah sempat tertinggal 0-1, Indonesia kini memimpin 2-1 melalui sepakan Cristian Gonzales.

Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Rabu (1/12/2010) malam WIB, Indonesia langsung menekan sejak babak pertama dimulai. Namun Malaysia memberikan kejutan pada 'Tim Merah Putih'.

Sebuah umpan panjang dari lini belakang diterima oleh Mohamad Safee Bin Mohamad Ali di sisi kiri. Usai mengecoh Hamka Hamzah, ia melepaskan umpan kepada Norshahrul Idlan yang tak terkawal. Lewat satu sepakan kaki kanan, ia pun langsung melepaskan tendangan yang merobek jala Markus.

Namun, keunggulan Malaysia tak berlangsung lama. Pada menit 21, umpan Nasuha dari sisi kiri meluncur deras ke kotak penalti Malaysia. Ada Irfan Bachdim di sana, namun terkena kaki pemain Malaysia, Mohamad Asrarudin. Skor berubah 1-1.

Indonesia akhirnya berbalik unggul di menit 33 setelah bola di kaki pemain Malaysia direbut oleh Firman Utina. Firman pun langsung memberikan bola kepada Cristian, yang usai menggiring bola sejenak, melepaskan tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti. Skor berubah menjadi 2-1.

Malaysia mencetak gol di menit 40! Namun dianulir oleh wasit. Mohamad Safee yang menanduk bola tepat di depan gawang Markus sudah lebih dulu terperangkap offside.

Indonesia yang terus menekan kembali mendapatkan peluang emas di menit 42. Irfan yang tengah berada di dalam kawalan pemain Malaysia, melepaskan tendangan keras kaki kanan dari luar kotak penalti.